Selasa, 19 April 2016

my journal social education


Hari, tanggal
Ulasan kegiatan
Senin, 15 Februari 2016
Hari pertama masuk kuliah di semester 2. Mata kuliah Pendidikan IPS diawali dengan pembagian silabus perkuliahan selama satu semester ke depan. Di dalam silabus terdapat pembagian kelompok dan tugas dari kelompok masing-masing. Pemberian nama kelompok berdasarkan nama-nama tokoh wayang. Dan kelompokku diberi nama Werkudara. Aku mendapat kelompok 1 dan aku mempresentasikan tentang isu terkiniyang ada disekitar kita. Menurut kelompok saya materi ini cukup menarik karena kita harus mengamati isu-isu yang sedang terjadi dimasyarakat sekitar kita.
Selasa, 16 Februari 2016
Hari ini pemberian materi pertama yaitu tentang pengertian dan tujuan Pendidikan IPS. Disini saya sangat senang karena penggunaan bahasa inggris dalam berbicara diterapkan oleh beliau. Dengan pembelajaran seperti itu maka mahasiswa mendapat 2 ilmu sekaligus yaitu penggunaan bahasa inggris dan pendidikan IPS. Selain itu kami juga sempat membahas tentang isu yang sedang marak di kanca dunia yaitu LGBT. Kami membahas isu tersebut dari sudut pandang yng berbeda. Sudut pandanag kami sebagai mahasiswa dan sudut pandang  beliau sebagai dosen. Yang menarik dari pembelajaran kali ini yaitu walaupun kita kelak dididik sebagai pendidik SD namun di mata kuliah ini kita dituntut untuk mengetahui isu yang sedang marak bahkan kita dituntut untuk mengetahui solusi yang tepat dalam memecahkan masalah tersebut. Saya senang karena kita dibentuk menjadi mahasiswa yang kritis terhadap permasalahan di sekitar kita.
Senin, 22 Februari 2016
Kelompok saya yaitu kelompok 1 hari ini mempresentasikan hasil diskusi kami. Disini kelompokku mengangkat tema tentang “ Lokalisasi Kalijodo”. Kami mempresentasikan asal usul Kalijodo, perkembangan kalijodo dan juga solusi Kalijodo. Seusai kami mempresentasikan materi, saya dan kelompok saya membuka sesi tanya jawab. Yang membuat menarik diskusi kali ini adalah banyak teman-teman yang mengajukan pertanyaan seputar solusi pada kalijodo. Salah satu solusi yang kami beriakn kepada teman adalah memberikan lapangan pekerjaan bagi para mantan PSK. Mereka juga harus diberi pembelajaran tentang keterampilan. Kemudian solusi ini juga ditambahkan oleh Bu Yayuk bahwasannya ketrampilan dari masing-masing PSK berbeda dan dari perbedaan itu maka harus diadakan forum yang sesuai dengan ketrampilan para mantan PSK. Beliau juga memberikan contoh kegiatan beliau tentang memberdayakan para ibu-ibu desa. Beliau juga bekerja sama dengan pihak kelurahan untuk forum pemberdayaan ini. Dengan conto dari beliau saya sangat antusias terhadap kegiatan beliau karena saya juga menyukai hal yang berhubungan dengan sosialisasi atau sebuah forum tertentu.
Selasa, 23 Februari  2016
Pemberian materi tentang pendekatan pembelajaran IPS di SD. Banyak pendekatan yang beliau contohkan salah satunya yaitu Expanding Environment Approach. Kami diajarkan bahwasannya pembelajaran di tingkat SD dimulai dari lingkungan sekitar. Kami juga mempraktikan siswa untuk menceritakan keluarganya dengan sifat-sifat siswa yang berbeda. Ada yang pendiam, ceria, dll. Saya lebih suka kuliah seperti ini karena dengan mempraktikan maka saya lebih mudah mengingat tentang pendekatan yang mungkin kelak dapat saya implementasikan.
Senin, 29 Februari 2016
Kelompok 2 mempresentasikan materi tentang  Expanding Environment Approach. Dalam materi ini dijelaskan bahwa pendidikan didapat dari sebelum ia lahir sampai ia lahir di bumi. Peran yang sanagat penting adalah peran keluarga karena keluarga adalah pendidik awal bagi seorang anak. Keluarga juga dituntut untuk memiliki budaya yang baik agar perkembangan anak juga baik. Yang membuat kelompok 2 unik adalah adanya drama diawal presentasi yang menceritakan tentang pengaruh perceraian keluarga terhadap karakter anak. Pembelajaran yang menggunakan drama biasanya mudah diingat daripada hanya sebuah materi saja.
Selasa, 01 Maret 2016
Hari ini saya senang dengan pembelajaran yang digunakan oleh bu Yayuk yaitu tentang debat atau adu argumen. Kami hari ini mempraktikan debat dengan tema “ Penutupan Pabrik Rokok”. Disini dibentuk dua kelompok yang terdiri dari 9 orang. Ada kelompok pro dan kelompok kontra. Masing- masing kelompok mengeluarkan argumen mereka tentang merokok. Banyak argumen yang dilontarkan oleh kelompok pro namun selalu mendapat sanggahan dari kelompok kontra. Yang paling saya suka adalah argumen tentang pe ngalihan devisa negara yang semula didapat dari rokok diganti dengan pariwisata di Indonesia. Karena tak dapat dipungkiri bahwasannya Indonesia memiliki banyak tempat wisata yang unik dan menarik. Selain itu yang saya suka adalah dorongan dari bu Yayuk pada mahasiswa untuk menceritakan wisata dan budaya dari salah satu mahasiswa Papua. Karena dengan begitu memberikan wawasan bahwa Papua merupakan sahabat kita yang mengandung banyak keunikan dan ciri khas.
Senin, 07 Maret 2016
Presentasi kelompok 3 tentang metode pembelajaran K13. Mereka memberikan materi tentang “ Make a Match”.  Materi ini disamapaikan dengan cara pemberian satu permainan mecocokkan budaya dengan provinsi yang sesuai. Kami disini menjadi siswa dan mereka menjadi guru. Mereka juga mengangkat tema tentang “ Keberagaman Budaya  Indonesia”. Setelah itu bu Yayuk juga menambahkan metode pembelajaran K13.
Selasa, 08 Maret 2016
Metode pembelajaran yang disampaikan bu Yayuk hari ini sanagt seru yaitu “ Talking Stick” atau Tongkat Berbicara. Yang membuat materi ini seru adalah mempraktikan metode tersebut. Kami menjadi siswa. Guru menyediakan tongkat dan beberapa pertanyaan. Hari ini pertanyaannya seputar candi Prambanan. Tongkat berjalan ke samping dengan menyanyikan lagu nasional. Yang saya suka dari pembelajaran kali ini adalah fakta tentang candi Prambanan. Candi ini konon dibangun oleh Pangeran Bandung Bondowoso sebagai syarat menikahi Putri Roro Jonggrang. Candi ini konon juga dibangun oleh makhluk gaib suruhan  Bandung Bondowoso. Namun faktanya adalah candi ini merupakan  saksi dari kepandaian msyarakat Prambanan zaman dulu, karena merekalah yang membangun candi ini sebagai tempat peribadatan. Mereka juga sudah mengenal metode “ Key and Lock” dalam membangun candi ini. Mereka juga menggunakan batu dari Gunung Merapi yaitu batu Andesit yng dikenal sanagt kokoh dan kuat. Saya menyukai pembelajaran metode ini.



Hari/ tanggal
Uraian kegiatan
Senin, 14 Maret 2016
Hari ini adalah presentasi kelompok tentang implementasi model pembelajaran Talking Stick di SD kelas V. Kelompok ini menggunakan materi sejarah kerajaan Kutai dan Majapahit sebagai materi pembelajaran Talking Stick. Presentasi kelompok ini sudah baik, hanya saja kurang bisa mengatur kondisi kelas, akhirnya kelas menjadi ramai. Yang menarik dari pembelajaran ini adalah siswa/ mahasiswa dituntut untuk aktif dan memiliki kesempatan atau peluang untuk menjawab pertanyaan dengan sama. Yang paling seru lagi adalah melihat siswa/ mahasiswa yang merasa takut mendapatkan tongkat berbicara tersebut. Model pembelajaran ini adalah model pembelajaran yang seru dan asyik.
Selasa, 15 Maret 2016
Ujian Tengah Semester diadakan hari ini, ujiannya mendadak namun mahasiswa diperbolehkan untuk open book. Materi yang diujikan adalah bagaimana kami(calon peserta didik) mengimplementasikan sebuah model pembelajaran yang menggunakan metode, tekhnik di dalam sebuah kelas. Jadi kita( mahasiswa) dituntut untuk mampu membuat rancangan pembelajaran di dalam kelas menggunakn tekhnik dan metode yang kita pilih. Saya menyukai UTS open book ini karena menurut saya UTS tidak harus close book karena pada intinya kita membutuhkan ilmu implementasinya bukan sekedar mengetahui maretinya saja.
Senin, 21 Maret 2016
Hari ini kuliah diliburkan karena adanya kunjungan dari mahasiswa PGSD Universitas Sunan Muria. Semua dosen menyambut kedatangan jadi kuliah diliburkan.
Selasa, 22 Maret 2016
Empat Macam Ketrampilan Membuat Pertanyaan adalah materi yang dipelajari pada hari ini. Empat macam pertanyaan tersebut adalah cognitive-memori question, convergent question, divergent question, evaluative question. Disini saya mendapatkan ilmu baru yaitu jika seorang calon pendidik ingin membentuk peserta didik yang berinteligensi tinggi maka kita perlu membuat pertanyaan yang beragam apalagi menggnakan evaluative question. Mengapa, karena jenis pertanyaan ini sangat mebutuhkan jawaban yang membutuhkan penalaran atau berfikir panjang. Dengan adanya pertanyaan seperti ini maka siswa dituntut untuk selalu aktif dan banyak mengetahui ilmu penalaran. Saya menyukai ketika bu Yayuk mengatakan bahwa guru di Amerika lebih banyak menerapkan evaluative question karena membuat siswa menjadi berfikir kritis. Saya menyukai pembelajaran hari ini.
Senin, 28 Maret 2016
Kelompok 5 mempresentasikan hasil kerja mereka tentang implementasi empat macam pertanyaan di SD. Saya menyukai presentasi kelompok ini karena mereka menggunakan biografi pahlawan sebagai materi yang akan dibelajarkan. Saya menyukai biografi ibu Kartini karena walau hanya lulusan SD namun beliau dapat mengangkat derajat kaum wanita Indonesia. Saya sangat mengagumi sosok beliau. Namun kekurangan dari presentasi kelompok ini adalah terlalu banyak mengulas biografi para pahlawan mengakibatkan implementasi dari empat macam pertanyaan kurang maksimal. Mereka menggunakan tekhnik kelompok belajar yang menuntut siswa untuk saling berdiskusi dan menghargai pendapat siswa lain.
Selasa, 29 Maret 2016
Hari ini saya belajar tentang hubungan antara ke empat pertanyaan dengan teori Bloom Taxonomy yang direvisi Anderson dan Krathwohl. Disini kita mempelajari bahwa pertanyaan memilki tingkat pemikiran yang berbeda. Ada pertanyaan yang menggunakan pemikiran rendah, sedang, tinggi atau kompleks. Bloom’s Revised Taxonomy berupa creating, evaluating, analysing, applying, understanding, remembering.
Senin, 4 April 2016
Kelompok 6 mempresentasikan tentang model pembelajaran Role Playing. Kelompok 6 mnggunakan materi/ naskah Malin Kundang sebagai nasakah untuk bermain peran.  Presenatsi kelompok ini menarik karena siswa/ mahasiswa diminta untuk memerankan langsung tokoh-tokoh yag ada pada naskah drama tersebut. Kekurngan dari kelompok ini adalah tidak menjelaskan waktu yang dibutuhkan untuk membelajarkan model Role Playing ini. Mereka juga tidak menjelaskan tujuan dari model pembelajaran Role Plying ini. Presentasi kelompok 5 sudah baik namun kurang membuat suasana seru karena terlalu monoton. Pertanyaan yang digunakan juga maih banyak menggunakan cognitive-memory question dan convergent question.
Selasa, 5 April 2016
Materi konsep sejarah yaitu bagaimana mengkrontuksi masa lalu dengan historical narrative. Bu Yayuk menjelaskan historical analysis dengan contoh bentuk arsitektur  masjid Demak dan memberikan pertanyaan kepada mahasiswa tentang amsjid Demak. Yang menarik adalah bentuk masjid Demak ternyata merupakan bukti bahwa orang zaman dulu masih menganut agama Hindu-Budha kemudian menganut Islam. Bentuk masjid ini merupakan perpaduan  budaya Islam dengan Hindu-Budha. Gerbang masjid Demak merupakan gerbang asli milik kerajaan Majapahit yang  runtuh akibat adanya perang Paregreg. Selain itu yang menarik adalah ketika bu Yayuk menjelaskan tentang historical research karena beliau menayangkan video yang berisi tentang wawancara mahasiswa yang mencari informasi tentang “ The History of  Madurese Migration in East Java”. Saya sangat suka materi ini karena kita mendapatkan ilmu tentang sejarah yang ada disekitar kita. Saya menyukai ketika menayangkan seorang laki-laki asli Madura yang merantau ke Jawa untuk mencari sang mertua. Beliau juga berpendapat bahwa lebih nyaman tinggal di Jawa daripada di Madura.   
Senin, 11 April 2016
Kelompok 7 mempresentasikan analisis bentuk dan nilai-nilai arsitektur masjid Demak di Kudus dalam perspektif pendidikan IPS yang bisa diteladani oleh siswa. Saya sangat menyukai kelompok 7 karena menggunakan media pembelajaran yaitu video tentang masjid Demak. Dengan menggunakan media ini biasanya siswa SD lebih antusias untuk memfokuskan dirinya pada media tesebut. Menyampaian materi juga sangat mudah dipahami hanya saja pada pertanyaan kurang melibatkan siswa/mahasiswa, mereka lebih banyak menerangkan tentang materi Majid Demak. Siswa hanya mendengarkan mereka, hal ini yang membuat kejenuhan siswa, seharusnya mereka bisa menunjuk salah seorag siswa/ mahasiswa untuk menjawab pertanyaan yang mereka ajukan. Dengan adanya hal ini siswa mejadi aktif. Namun dari keseluruhan presentasi kelompok 7 sangat baik terlebih lagi saya menyukai materi tentang kerjaan maupun peninggalan bersejarah di Indonesia.
Selasa, 12 April 2016
Sumber  Daya Alam atau yang sering kita kenal dengan SDA adalah materi atau ilmu yang saya pelajari hari ini. SDA dibagi menjadi dua yaitu SDA asli/ alami dan SDA buatan. SDA asli berupa air, udara, sinar matahari, tanah, gunung, hasil tambang, dll. Sedangkan SDA buatan berupa sawah, hasil ternak, dll. Ciri-ciri dari SDA asli adalah unrenewable, limited, unsuistanable. Sedangkan ciri-ciri pada SDA buatan adalah renewable, unlimited, suistanable. Saya menyukai materi ini karena bu Yayuk memberikan contoh SDA yang ada di lingkungan sekitar kita/ lingkungan kampus.  Diskusi kali ini menarik karena materi yang kita pelajari ada di sekitar kita, contohnya apabila kita menebang pohon di daerah bukit atau gunung namun tidak engan penanaman kembali maka akan menyebabkan banjir dan banjir akan menyebabkan SDA yang lain menjadi rusak.









makalah AKHLAKUL KARIMAH



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Akhlak dan manusia memiliki hubungan yang sangat erat kaitannya, karena akhlak sangat dibutuhkan oleh manusia agar manusia memiliki pegangan hidup sehingga ilmu dapat menjadi lebih bermakna, yang dalam hal ini adalah Akhlakul Karimah. Dengan akhlak kehidupan manusia akan bermutu, dengan akhlak kehidupan manusia akan lebih bermakna, dengan akhlak kehidupan manusia akan sempurna dan bahagia.

1.2  Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari pembahasan kali ini adalah:
a.       Apa yang disebut dengan akhlakul karimah?
b.      Apa saja akhlakul karimah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW?
c.       Faktor apa saja yang mempengaruhi terbentuknya akhlakul karimah?
d.      Bagaimana cara menerapakan akhlakul karimah di dalam kehidupan sehari-hari?
1.3  Tujuan
a.       Mengetahui pengertian akhlakul karimah
b.      Mampu menerapkan akhlakul karimah sesuai ajaran nabi Muhammad SAW
c.       Mengetahui kegunaan akhlakul karimah
d.      Mampu memperbaiki kehidupan dengan akhlak yang baik.
e.       Mengetahui faktor-faktor yang mempengarui akhlakul karimah.










  
BAB II
                                                   PEMBAHASAN

2.1  Pengertian Akhlakul Karimah

  Perkataan Akhlak berasal dari bahasa arab yang berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku (tabiat) adat kebiasaan.
Karimah artinya mulia, terpuji, baik. Jadi, akhlaqul karimah ialah budi pekerti atau perangai yang mulia. Akhlak adalah tingkah laku makhluk yang diridhai Allah SWT, maka akhlak adalah bentuk perilaku makhluk dalam berhubungan baik kepada khaliknya atau kepada sesama. Sesungguhnya semua akhlak telah dituliskan dalam Al Qur’an dan Hadist baik yang terpuji maupun  tercela. Semuanya telah tertulis jelas di Qur’an dan Hadist dan semuanya mempunyai balasan tersendiri. Tinggal manusianya sendiri yang menjalankan dan mempertanggung jawabkannya nanti di hari akhir. Rasulullah pun berperilaku sesuai Qur’an dan Hadist. Karena sifatnya itu beliau dijuluki Akhlakul karimah yakni akhlak yang mulia. Hal ini digambarkan oleh al-Quran surat Al-Ahzab, 33: 21 yang berbunyi:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesunggunya pada diri Rasulullah saw. terdapat contoh tauladan bagi mereka yang menggantungkan harapannya kepada Allah dan Hari Akhirat serta banyak berzikir kepada Allah.”
2.2  Akhlakul Karimah yang Diajarkan Nabi Muhammad SAW

Akhlakul karimah yang patut kita puji dan tiru antara lain :
1.Sifat yang wajib bagi rasul seperti siddiq, amanah, tabligh, dan fahtanah: jujur, dapat dipercaya, menyampaikan apa adanya, dan cerdas. Keempat sifat ini membentuk dasar keyakinan umat Islam tentang kepribadian Rasul saw.
2.Integritas. Integritas juga menjadi bagian penting dari kepribadian Rasul Saw. yang telah membuatnya berhasil dalam mencapai tujuan risalahnya. Integritas personalnya sedemikian kuat sehingga tak ada yang bisa mengalihkannya dari apapun yang menjadi tujuannya.
3.kesamaan di depan hukum. Prinsip kesetaraan di depan hukum merupakan salah satu dasar terpenting
4.Penerapan pola hubungan egaliter dan akrab. Salah satu fakta menarik tentang nilai-nilai manajerial kepemimpinan Rasul saw. adalah penggunaan konsep sahabat (bukan murid, staff, pembantu, anak buah, anggota, rakyat, atau hamba) untuk menggambarkan pola hubungan antara beliau sebagai pemimpin dengan orang-orang yang berada di bawah kepemimpinannya. Sahabat dengan jelas mengandung makna kedekatan dan keakraban serta kesetaraan.
5.kecakapan membaca kondisi dan merancang strategi. Keberhasilan Muhammad saw. sebagai seorang pemimpin tak lepas dari kecakapannya membaca situasi dan kondisi yang dihadapinya, serta merancang strategi yang sesuai untuk diterapkan.
6.tidak mengambil kesempatan dari kedudukan. Rasul Saw. wafat tanpa meninggalkan warisan material. Sebuah riwayat malah menyatakan bahwa beliau berdoa untuk mati dan berbangkit di akhirat bersama dengan orang-orang miskin.
7.visioner futuristic. Sejumlah hadits menunjukkan bahwa Rasul SAW. adalah seorang pemimpin yang visioner, berfikir demi masa depan (sustainable).
8.menjadi prototipe bagi seluruh prinsip dan ajarannya. Pribadi Rasul Saw. benar-benar mengandung cita-cita dan sekaligus proses panjang upaya pencapaian cita-cita tersebut. Beliau adalah personifikasi dari misinya. Terkadang kita lupa bahwa kegagalan sangat mudah terjadi manakala kehidupan seorang pemimpin tidak mencerminkan cita-cita yang diikrarkannya.

Akhlak Rasul yang seperti ini patutlah kita tiru dan kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Rasul sangat mencintai Allah dan Allah lebih mencintai beliau karena sesungguhnya siapa yang mencintai Allah maka Allah lebih mencintainya. Dan apabila orang yang dekat kepada Allah, Allah selalu memudahkan segala urusannya. Allah Maha Pemberi apa yang dibutuhkan semua umatNya. Allah tidak pernah merasa rugi apabila Ia memberi kepada umatNya meskipun umatNya tidak pernah mengingatnya ataupun bersyukur terhadapNya. Allah Maha Pemberi Maaf bagi umatNya yang mau berubah.
Akhlakul karimah terbukti efektif dalam menuntaskan suatu permasalahan serumit  apa pun.Sebagai bukti, ketika Muhammad masih belum menerima wahyu, beliau mampu memberikan solusi atas sengketa para pemuka Quraisy yang berebut ingin mengangkat hajar aswad saat pemugaran Ka'bah telah usai. Masing-masing pemuka suku bersikeras dan merasa dirinya paling berhak untuk mengangkat hajar aswad. Pertentangan itu nyaris meletuskan peperangan.
              Menghadapi situasi tersebut, beliau meminta sorban, kemudian hajar aswad diletakkan di atas sorban tersebut. Lalu, masing-masing pemuka Qurasisy memegang ujung sorban dan bersama-sama mengangkatnya. Kekisruhan pun mulai reda dan akhirnya sirna karena semua pihak merasa tidak dirugikan.
Bahkan, jauh ketika masa menjelang remaja, Muhammad SAW dicintai masyarakatnya karena kejujurannya. Ternyata masyarakat yang tidak mengenal adab pun ketika itu masih memiliki nurani dengan memberikan gelar al-amin (tepercaya) kepada putra Abdullah itu. Ini bukti bahwa sampai kapan pun akhlakul karimah akan selalu dicintai umat manusia.
                Dalam sejarah kehidupan manusia, masalah, konflik, beda pendapat, senantiasa akan hadir. Oleh karena itu, Islam membawa ajaran yang mewajibkan seluruh umatnya memiliki akhlakul karimah. Mengutamakan toleransi dari pada konfrontasi, kasih sayang dari padasifat garang, simpati daripada benci. Dalam konteks sederhana, orang berakhlak ialah orang yang sportif dalam bahasa olahraga. Apabila salah, ia katakan salah dan apabila benar maka ia pun siap mengungkapkan sesuai fakta yang terjadi. Menang tidak menjadikannya sombong, kalah pun tak membuatnya menjadi pendengki.
          Bahkan, yang lebih menarik ialah, ia akan berani mengakui kesalahannya. Bukan malah memutarbalikkan fakta hanya karena gengsi kalau dirinya mengakui suatu kesalahan yang telah diperbuatnya. Maka, tidaklah heran jika Nabi SAW pernah bersabda, "Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak."
Akhlak akan dimiliki oleh siapa saja yang secara sungguh-sungguh memahami, meyakini, dan mengamalkan ajaran Islam. Dan, siapa saja yang berhasil menjadikan akhlakul karimah sebagai karakter dalam dirinya tentu ia akan menjadi orang yang paling beruntung, baik di dunia maupun di akhirat.
            Orang berakhlak tidak memerlukan pencitraan apalagi memaksakan kehendak. Baginya, kepentingan bersama jauh lebih penting daripada kepentingan pribadi dan golongannya.
Betapa indahnya jika semua elemen bangsa memiliki karakter akhlakul karimah. Saling memahami, mengutamakan toleransi dalam berbeda pendapat, saling menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan kesatuan dan bergerak demi keutuhan bangsa dan negara.
           Perlu diingat bahwa kecanggihan teknologi, sistem, dan regulasi apa pun, tidak akan memberi manfaat maksimal jika pribadi-pribadi bangsa ini tidak memiliki akhlakul karimah.
2.3  Faktor-faktor yang Mempengaruhi Akhlak

1.      Genetik / turunan
Akhlak: jati diri/karakter yang menyertai manusia di manapun ia berada, oleh karenanya keteladanan orang tua (rumah tangga) sangatlah mempengaruhi terhadap perkembangan akhlak anak-anaknya. Di sadari atau tidak bahwa apa yang dilakukan oleh orang tua (ayah, ibu, dan lainnya) telah menuntun kepada sikap dan perilaku anak-anaknya. Dan ketahuilah bahwa proses pendidikan lebih banyak dinikmati oleh anak melalui mata, yakni mencapai 83%, dan hanya 11% melalui telinga atau nasehat, sedangkan 6% lainnya melalui keterampilan. Dengan demikian orang sering mengatakan buah tidak akan jauh jatuh dari pohonnya.
2.      Sisi psikologis : Al-nafsiyah / kejiwaan
Secara psikologis bahwa yang turut mempengaruhi pembentkan akhlak adalah berasal dari dalam diri anak itu sendiri. Hal ini terbentuk oleh faktor pengalaman dan kesadaran anak dalam kehidupan rumah tangga. Semakin baik kebiasaan rmah tangganya dalam pergaulan keseharian, maka semakin baik pula akhlak anak-anaknya, sebaliknya semakin rusak akhlak dalam rumah tangganya, maka semakin banyak kecenderungan memiliki akhlak yang buruk pula.
3.      Faktor social / lingkungan : Syariah Ijmaiyah
Faktor lingkungan tidak kalah pentingnya dalam pembentukan akhlak, semakin baik lingkungan hidup anak, maka semakin baik pula kemungkinan akhlaknya. Pepatah klasik mengatakan “bahwa dekat pandai besi maka akan kepercikan apinya, dan dekat orang menjual minyak wangi maka akan keciupan baunya.
4.      Nilai Islami yang tertanam dalam dirinya
Gaya hidup seorang manusia / muslim yang dilandaskan dengan al-qur’an dan as-sunnah, akan terbentuk akhlak yang islami. Karena hal yang demikian itu akan menunjukkan apa yang baik di mata Allah dan rasulnya, Baik dimata Allah adalah; Takwa dan sabar kepada Allah - mengabdi, selalu tunduk dan patuh kepada perintah-Nya, Berserah diri dan tawakkal kepada Allah, pandai bersyukur, Ikhlas dalam semua peristiwa yang terjadi dalam dirinya, serta khouf / takut dan Radja atau penuh harap.
Sedangkan Akhlak baik untuk Rasullullah : Ikhlas dalam melakukan sesatu yang disunnahkan, beriman kepada Rasul, selalu mengucapkan shalawat dan salam serta taat dan cinta kepada Rasul, mempercayai kepada semua berita yang disampaikan Rasul serta menghidupkan sunnahnya.
 .Faktor yang mempengaruhi seseorang berakhlak mulia:
1.      Perintah Allah dan Rasulnya
2.      Mengikuti sunahnya, karena tujuan diutusnya Rasulullah saw. (QS. Al-Ahzab:21)
3.      Sebagai bukti eksistensi keimanan
4.      Sebagai kunci dakwah
5.      Takut atas ancaman Allah (QS. as-Shaaf:2-3)
6.      Sebagai kunci komunikasi untuk mendapatkan kepercayaan
 . Faktor-Faktor Yang Membuat Orang Enggan Berakhlak Mulia
1.      Tidak ada keinginan mempertebal iman
2.      Sudah menjadi kebiasaannya di waktu kecil
3.      Tertutupnya hati

2.4  Penerapan Akhlakul Karimah dalam Kehidupan Sehari-hari

Akhlakul karimah atau akhlak yang mulia merupakan fondasi yang kokoh demi terciptanya hubungan baik antara hamba dengan Allah SWT (hablumminallah) dan hubungan antar sesama manusia (hablumminannas). Akhlakul karimah tidak lahir begitu saja menjadi kodrat manusia atau muncul secara tiba-tiba. Akan tetapi, membutuhkan proses yang panjang serta memanifestasi  seumur hidup melalui  pembelajaran atau pendidikan  akhlak yang sistematis bersifat menyeluruh meliputi 4 dimensi  kehidupan manusia yaitunya fisik, mental, emosional dan spiritual.
Akhlakul karimah yang  dikontrol oleh nilai-nilai agama Islam dapat membuat seorang muslim mampu menjalankan  tiga hal berikut :
1.      Dalam berinteraksi dengan Allah SWT , yaitu dengan akidah dan ibadah yang benar disertai dengan akhlakul karimah.
2.      Dalam berinteraksi dengan diri sendiri, yaitu dengan bersifat objektif, jujur, dan konsisten mengikuti manhaj Allah SWT .
3.      Dalam berinteraksi dengan sesama manusia,  yaitu dengan memberikan hak-hak mereka, amanah, menunaikan kewajiban sebagaimana yang telah ditetapkan oleh syariat Islam.
Dengan kesuksesan dalam menjalani ketiga hal di atas. Maka, kita akan mendapatkan ridha dari Allah SWT, ridha dari diri sendiri dan ridha dari sesama manusia. Dan berpengang teguh pada nilai-nilai akhlakul karimah yang dibawa oleh Islam, maka kita mampu mencapai kesuksesan dunia dan akhirat. Pada dasarnya nilai-nilai akhlakul karimah yang dibawa oleh Islam. Jika, diamalkan secara konsisten dan penuh rasa tanggung jawab mampu menjawab problematika yang sedang diderita umat Islam saat ini. Baik permasalahn sosial, politik maupun ekonomi.
 Sejarah merupakan bukti nyata sebagai mana umat Islam dalam masyarakat Madinah pada zaman Rasulullah. Ternyata masyarakat yang tidak kenal adab pun ketika itu masih memiliki nurani dengan memberikan gelar Al-amin yang berarti terpercaya kapada Rasulullah karena akhlakul karimah yang dimiliki oleh Rasulullah. Ini sebagai bukti bahwa sampai kapanpun akhlakul kariamh akan selalu dicintai umat manusia.
Dalam sejarah kehidupan manusia, masalah, konflik, beda pendapat senantiasa akan  hadir. Oleh sebab itu, Islam membawa ajaran yang mewajibkan seluruh umatnya memiliki akhlakul karimah atau budi pekerti yang luhur. Mengutamakan toleransi dari pada konfrontasi, kasih sayang dari pada sifat garang, bersimpati dari pada membenci, dan didalam berkompetisi menang tidak akan menjadikan sombong serta kalah tidak akan mambuatnya menjadi pendengki. Tapi, yang lebih menarik adalah berani mengakui kesalahan bukan memutar balikkan fakta sehingga menjadikan orang lain sebagai kambing hitam. Hal ini terjadi karena gengsi mengakui suatu kesalahan yang telah diperbuatnya. Maka, tidaklah heran jika nabi Muhammad SAW pernah bersabda
Artinya :“sesungguhnya aku (Muhammad) diutus oleh Allah untuk menyempurnakan akhlak manusia” (H.R. Ahmad)
Akhlakul karimah akan dimiliki oleh siapa saja yang secara sungguh-sungguh memahami, meyakini, dan mengamalkan ajaran Islam dan siapa saja yang berhasil menjadikan akhlakul karimah  sebagai karakter dalam dirinya. Tentu ia akan menjadi orang paling beruntung, baik didunia maupun di akhirat nanti. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Yunus ayat 26
Artinya: “bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (syurga)dan tambahannya (kenikmatan melihat Allah) dan wajah mereka tidak ditutupi debu hitam da tidak pula dalam kehinaan, mereka itulah para penghuni syurga dan mereka kekal didalamnya”
Orang yang berakhlak mulia tidak memerlukan pencitraan apalagi memaksakan kehendak. Baginya, kepentingan bersama jauh lebih penting dari kepentingan diri sendiri maupun kepentingan golongannya. Batapa sangat dirindukannya jika semua elemen bangsa memiliki karakter akhlakul karimah. Saling memahami, mengutamakan toleransi dari pada konfrontasi, saling menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan kesatuan, dan bergerak demi keutuhan agama, bangsa dan Negara. Dan perlu dipahami bahwa  kecanggihan teknologi, system dan regulasi apapun. Tidak akan memberi manfaat yang maksimal jika semua elemen-elemen bangsa dan negara ini tidak berkarakter akhlakul karimah.
Bagaimana cara menerapkan akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari?
Memang itu adalah pertanyaan mendasar yang perlu dicermati. Maka, akan timbul tanda Tanya besar dalam diri kita. Mampukah kita meneladani perilaku Rasulullah SAW dalam ber-akhlak karimah dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari?. Seorang pemikir barat bernama Marianne Williamson dengan indahnya menyatakan bahwa, “ketakutan kita yang paling dalam bukanlah bahwa kita ini tidak mampu. Sebaliknya, ketakutan kita yang paling dalam adalah bahwa kita amat sangat berpotensi untuk mampu.” Mengingat bahwa kita adalah makhluk Allah SWT yang dilahirkan dengan potensi sangat luar biasa. Maka, masalahnya adalah bukan bagaimana memasukkan pemikiran-pemikiran baru tentang akhlakul karimah kedalam benak kita, tetapi bagaimana kita mampu mengeluarkan dan mengoptimalkan pemikiran-pemikiran lama sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.  Allah SWT berfirman dalam surat Ali-imran ayat 115
Artinya  : “dan kebajikan apapun yang mereka kerjakkan, tidak ada yang mengingkarinya, dan Allah maha mengetahui orang-orang yang bertaqwa”
Menurut Abuddin Nata, salah satu penulis  masalah-masalah moralitas, akhlak dan tasawuf. Memberikan 5 hal penting perbuatan akhlak yang perlu menjadi jalan dan perilaku hidup ditengah gencarnya hal-hal yang melewati batas-batas moralitas saat ini. Sebagai pengertian akhlakul karimah dalam pembahasan diatas. 5 prinsip ini tentu dapat menjadi acuan atau icons dalam berperilaku sosial serta bagaimana aktualnya menerapkan akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari.
  5 prinsip dasar perbuatan akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari menurut Abudin Nata
1.      Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang telah tertanam  kuat dalam jiwa seseorang sehingga telah menjadi kepribadiannya.
2.      Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan dengan mudah tanpa pemikiran. Ini berarti pada saat melakukannya yang bersangkutan tidak sadar, yang dimaksud disini bahwa perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan oleh orang sehat akal dan pikirannya. Namun, karena perbuatan tersebut sudah mendarah daging, pada saat akan mengerjakannya sudah tidak lagi memerlukan pertimbangan atau pemikiran lagi. Hal ini tidak ubahnya  seorang  yang sudah mendarah daging dan terdisiplinkan  untuk selalu mengerjakan shalat lima waktu. Maka, pada saat datang panggilan shalat ia sudah merasa tidak berat lagi mengerjakannya, tanpa pikir-pikir lagi ia sudah dengan mudah dan  ringan dapat mengerjakannya.
3.      Bahwa perbuatan akhlak adalah perbuatan yang tumbuh dari dalam diri seseorang  yang mengerjakannya tanpa ada paksaan atau tekanan dari luar perbuatan. Akhlak adalah perbuatan yang dilakukan atas dasar kemauan. Pilihan dan kepuasan yang bersangkutan.
4.      Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan dengan sesungguhnya, bukan main-main atau karena bersandiwara. Untuk mengetahui perbuatan yang sesungguhnya dapat dilakukan melalui cara yang continue dan terus menerus.
5.      Perbuatan akhlakul karimah adalah perbuatan yang dilakukan karena ikhlas semata-mata karena Allah SWT, bukan karena ingin dipuji.   
Sehingga 5 prinsip dasar akhlakul karimah dapat kita jadikan sebagai pedoman dalam menerapkan akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari. Supaya terhindar dari kepura-puraan dan ujub (ingin dipuji). Dengan pemahaman 5 prinsip dasar menurut Abuddin Nata itu kita dapat mewujudkan akhlakul kharimah yang berlandaskan iman dan Islam sehingga mampu tercipta suatu komunitas manusia yang berkarakter akhlak yang mulia
Berikut beberapa tips yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam penerapan akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari. Tips ini terdiri dari pemahaman inti dan 3 langkah konkrit
Pemahaman inti
penulis akan memberikan sedikit penjelasan mengenai pemahaman inti yaitunya tanamkanlah dan dedikasikanlah secara sungguh-sungguh dalam pemikiran dasar  atau mind set kita untuk lebih mendahulukan hati nurani dari pada ego. Hati nurani akan memberikan gambaran sederhana mengenai hal yang baik dan hal yang tidak baik atas apa yang telah  dan yang akan kita perbuat. Serta, dengan bertanya kedalam hati nurani maka ia akan menjawab konsekuensi apa yang akan kita terima bila kita tidak atau akan  melakukannya. Seperti yang tertulis dalam  kutipan sebuah lirik lagu yang dinyanyikan oleh Bryand Adam “looking to you’r heart,  you will see (lihatlah ke dalam hatimu,  kamu akan melihat) ” Dan jika seseorang lebih mementingkan ego dari pada hati nurani, maka ia tidak akan pernah mendengarkan kata hatinya melainkan memperturutkan hawa nafsunya yang akan menimbulkan mala petaka.
3 langkah konkrit
1.      Fahami secara mendasar nilai-nilai akhlakul karimah sebagaiman yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW semasa hidupnya. Dengan akhlakul karimah yang dimilikinya Rasulullah  menjadi agent of change bagi umatnya.
2.      Secara sistematik dan sungguh-sungguh menerapkan dan melaksanakan hala-hal yang kita fahami tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dimulai dari hal-hal kecil dan sederhana pada lingkungan yang kecil dan sederhana pula bersifat privat. Setelah itu mulailah sebuah langkah besar memberikan perubahan. Hal ini hendaknya kita mulai dari saat ini
3.       Ajarkan kepada orang lain dalam setiap kesempatan mengenai hal-hal yang telah kita ketahui dan kita fahami tentang akhlakul karimah atau akhlak yang mulia. Dan jadikanlah diri kita sebagai Agent of change setelah Rasulullah SAW.
Dengan pemahaman dan langkah-langkah tersebut diharapkan dapat tercipta suatu kebiasaan  yang pada akhirnya bila kita lakukan secara konsisten  maka, akan terbentuk karakter atau integritas akhlakul karimah dalam diri kita.
Selanjutnya, dengan implementasi akhlakul karimah atau akhlak yang mulia maka, jaminanya adalah kita akan menjadi mukmin sejati dan pribadi yang unggul. Sehingga mendapatkan kemenangan di Dunia dan Akhirat. Dan orang yang berakhlak mulia akan mendapat ganjaran kebaikan berupa pahala, terhormat di hadapan Allah, terhormat di hadapan masyarakat, dan terhormat di hadapan diri sendiri.
Dalam pandangan ilmu pengetahuan akhlakul karimah dapat memberikan  kontribusi yang sangat besar dalam menunjang prestasi  dan produktifitas. Memang banyak orang yang merasa bahwa tidak ada kaitan secara nyata antara prestasi  dan produktifitas dengan akhlak. Jelaslah bahwa ini adalah pandangan yang keliru. Bila kita memahami  secara sungguh-sungguh nilai-nilai akhlakul karimah, maka kita menemukan bahwa nilai-nilai tersebut merupakan nilai-nilai yang dapat saling bersinergi dalam menumbuh kembangkan potensi manusia yang bermartabat dengan berlandaskan iman dan taqwa. Maka dari itu, pembentukan pribadi-pribadi yang berkualitas tidak cukuplah dengan pendidikan dan prestasi  yang tinggi. Namun, pendidikan  dan prestasi harus berlandaskan akhlakul karimah atau akhlak yang mulia sehingga pribadi-pribadi tersebut berkualitas di Dunia dan di Akhirat.
Dalam bingkai pemahaman tentang akhlakul karimah, yang dipersembahkan dalam sebuah karya sederhana tapi mengandung artian yang sangat konkrit dalam kehidupan yang nyata. Sehingga lahirlah sebuah fatwa yang menyatakan “maka dari itu, jangan sampai ujar-ujar ini terjadi pada kita, yaitu : dahulu, ketika tiang-tiang suraunya dari kayu, ihkwannya berhati emas. Kini, ketika tiang-tiang suraunya terbuat dari emas, ikhwannya berhati kayu”
Orang yang memiliki akhlakul karimah memiliki keteguhan, ketabahan dan prinsip hidup yang diwujudkan secara manifestasi dalam kehidupan sehari-hari. Secara konsisten melakukan improvement untuk meninggikan dan mengagungkan akhlakul karimah sesuai dengan akhlakul karimah yang dimiliki oleh rasul. Sehingga kita mampu menjadi agent of change setelah Rasullah, memberikan cahaya kebaikan yang mampu menghidupkan akhlakul karimah di era modern yang sudah lama redup dan hampir padam. Orang-orang seperti itulah yang sangat dirindukan pada saat sekarang ini. Tapi, Sebelum kita menjadi agent of change maka, kita harus mampu memanage diri kita sendiri untuk ber-akhlakul karimah.
Ber-akhlakul karimah mampu mengilhami orang lain
Dengan terwujudnya perilaku berdasarkan nilai-nilai akhlakul karimah  yang tercermin pada keangungan dan ketinggian budi pekerti pribadi-pribadi muslim tersebut, manakala hal itu dilakukan secara konsisten dan terus-menerus. Dan pada akhirnya dapat dipastikan bahwa pancaran cahaya dari dalam diri pribadi itu akan mampu menyinari sekelilingnya, mampu menjadi pendorong terciptanya perubahan bagi orang lain dan lingkungannya. Seperti yang telah penulis jelaskan sebelumnya, bahwa pribadi-pribadi yang ber-akhlakul karimah ibaratkan virus yang menyebarkan dan menaburkan nilai-nilai kebaikan disekelilingnya. Hal tersebut sesuai dengan firman  Allah SWT  dalam surat Ali-imran ayat 114
Artinya  : “mereka beriman kepada Allah dan hari akhir, menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar dan bersegeralah mengerjakan berbagai kabaikan, mereka termasuk orang-orang shaleh”
Berikut sepenggal kisah keagungan dan ketinggian akhlak Rasulullah yang sangat berharga untuk kita renungkan. Betapa konsistensi beliau terhadap nilai-nilai kemuliaan akhlak bahkan sampai menjelang beliau wafat sekalipun.
Saat itu menjelang wafat, beliau mengumpulkan para sahabat, lalu beliau menyampaikan fatwa singkat .
“wahai kaum muslimin, sesungguhnya aku adalah Nabimu. pemberi nasehat dan yang mengajak kepada Allah dengan seizin-Nya. Bagimu, aku tidak berdaya seperti saudara seayah dan seibu. Siapa diantara kamu yang pernah kusakiti, bangkitlah dan balaslah aku sebelum datang pembalasan di hari kiamat nanti .”
Awalnya, tidak ada tanggapan dari para sahabat, hingga ketiga kalinya nabi Muhammad mengulang perkataannya “ayo, siapa yang pernah kusakiti bangkitlah, balaslah aku….ambil qisasnyapada diriku”
Pada saat itulah Ukasyah, salah seorang sahabat nabi yang hadir pada saat itu, bangkit dan berkata “wahai... Rasulullah demi ayah dan ibuku yang menjadi tebusannya. Jika engaku tidak menyerukan hal itu hingga tiga kali, tentu tidak ada seorang pun yang mendorong aku untuk menghadapmu”
“apa keinginanmu ya..Ukasyah?” Tanya nabi
“begini ya baginda, pada saat perang Badar, tiba-tiba saja unta yang ku tunggangi lepas kendali dan mendahului unta baginda, sehingga aku keluar barisan, aku turun mendekat pada baginda, saat itu tiba-tiba baginda mengayunkan cambuk ketubuhku. Aku tidak tahu, apakah baginda sengaja memukulku atau memukul unta”
Rasulullah pun segera mengambil tindakan tegas, balasan ahrus ditunaikan. Beliau meminta Bilal untuk mengambil cambul ke rumah Fatimah, dengan tergopoh-gopoh Bilal kembali ke majelis dengan membawa cambuk, lalu diserahkan kepada Ukasyah. Ukasyah pun siap menuanikan qisas. Abu bakar r.a dan Umar r.a, dua sahabat setia Rasulullah mengahadangnya, “hai Ukasyah, sekarang kami dihadapanmu, ambillah qisasmu dari kami, sedikitpun kami tidak rela jika kamu mengambil qisas dari Rasul.” Tatapi Rasulullah menenangkan mereka dan meminta mereka untuk kembali duduk.
Tidak hanya Abu bakar dan Umar, sahabat yang lain yakninya Ali beserta Hasan dan Husein juga maju dan meminta hal yang sama kepada Ukasyah. Namun, Rasulullah kembali menenangkan mereka. Nabi kembali meminta Ukasyah untuk segera melaksanakan qisas “Ukasyah cambuklah aku, lakukan jika aku benar-benar melakukan kesalahan padamu.”
“ya Rasul, ketika engkau memukulku, saat itu aku tidak memakai baju.” Jelas Ukasyah Rasulullah pun menurutinya, dibukanya baju beliau. Begitu melihat rasul mengenakan bajunya, para sahabat menangis bercucuran air mata. Ukasyah sendiri bergetar hatinya meremang bulu kuduknyadan larut dalam keangungan serta kebesaran jiwa nabi dihadapannya. Saat itulah dia melakukan keanehan, tidak melakukan qisas tapi justru menumbruk tubuh Rasul dan merebahkan dirinya bersimpuh dihadapan rasul sambil berteteskan air mata yang terus mengalir dipipinya.
“subhanaakaallahumma wabihamdika, asyhadu al-laa ilaahailla anta , astaghfiruka waatuubu ialaik”
“maha suci engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain engkau, saya memohon ampun dan bertobat kepada-Mu”
(Kisah ini dikutip dari http;//baitulamin.org/flights/akhlak/231-akhlak-manifestasi-ubudiyah-.html)
Akhlakul kariamah adalah salah satu senjata ampuh Rasulullah dalam menyiarkan agama Islam. Dengan akhlak Rasul yang sangat mulia mampu meluluhkan hati sekeras baja. Melapukkkan segala kemungkaran dan kefasikan di muka Bumi. Itulah yang dimaksud dengan akhlakul karimah mampu mengilhami orang lain. Ibaratkan sebuah cahaya yang memberikan sinar terang disekelilingnya.
Ketinggian dan kesempurnaan akhlakul karimah nabi Muhammad SAW sangatlah memukau, agung dan mampu mempesona tidak saja umat Islam bahkan kaum non Islam sekalipun. Seorang pemikir barat George Bernard Shaw mengatakan”…saya telah mempelajari kehidupan nabi Muhammmad yang betul-betul mengagumkan…saya yakin sekali orang seperti dia jika diserahi memimpin dunia modern, tentu berhasil menyelesaikan segala persoalan dengan cara yang dapat membawa Dunia kedalam kesejahteraan dan kebahagiaan. Saya berani meramalkan bahawa akidah yang dibawa Muhammmad akan diterima abaik di Eropa kemudian hari.”
Posisi akhlak dalam Islam adalah dapat di ibaratkan sebagai fondasi yang melandas sebuah konstruksi bangunan yang bernama “kesuksesan Dunia Akhirat.” Orang yang memiliki akhlakul karimah secara normatif mampu menjadi pusat referensi bagi orang lain yang ada disekelilingnya sehingga mampu bertahan dari segala perubahan yang terjadi dari masa ke masa. Prinsip universal yang dimiliki oleh seorang yang ber-akhlakul karimah mampu menunjukkan kesanggupan di satu sisi mampertahankan semangat  keislaman   dan di sisi lain menyesuaikan aspek teknisnya dengan perkembangan zaman. Paradigma orang yang ber-akhlakul karimah jauh lebih baik dari pada orang yang berpendidikan tinggi. karena fundamental dari sebuah pendidikan adalah akhlakul karimah. Jika orang yang berpendidikan menjadikan akhlakul karimah sebagai fundamental dalam mengembangkan ilmunya, maka  dia adalah sosok agent of change yang selama ini ditunggu-tunggu untuk memberikan cahaya terang di dunia pendidikan yang berlandaskan akhlakul karimah di Indonesia.



    
BAB III
PENUTUPAN

3.1 Kesimpulan
                          Berbicara akhlak memang sangat sulit, karena akhlak dipandang sebagai suatu implementasi nilai-nilai Al-Qur’an. Zakiah Darajat berpendapat jika kita ambil ajaran agama, maka akhlak adalah sanagt penting, bahkan yang tepenting, dimana kejujuran, kebenaran, keadilan, dan pengabdian adalah diantara sifat-sifat yang terpenting dalam agama. Bagaimana kita menyikapi akhlak kaum muda kita sekarang ini, itu tergantung siapa yang memandang dan dari sisi mana dia memandang.
Yang dapat kita lakukan dalam rangka meningkatkan kualitas akhlak adalah pendidikan pembentukan akhlak yang baik harus dilakukan dengan kompak dan usaha yang sungguh-sungguh dari semua aspek kehidupan serta mampu menggunakan seluruh kesempatan, berbagai sarana termasuk teknologi modern. Disamping itu kita sebagai calon-calon tenaga pendidik, harus mampu mengintegrasikan antara pendidikan dan pengajaran. Jadi tidak hanya transfer pengetahuan (transfer of knowledge), ketrampilan dan pengalaman yang ditujukan untuk mencerdaskan akal dan memberikan ketrampilan tetapi juga mampu membentuk kepribadian dan pola hidup berdasarkan nilai-nilai yang luhur.
3.2 Saran
                          Sebagai akhir dari makalah ini, maka kita semua barharap bahwa nantinya semua orang akan mempunyai akhlak yang mulia sehingga tercapai kehidupan yang layak, baik di dunia dan di akhirat. Dan ingatlah pesan dari Lukmanul Hakim yang telah tertulis dalam Al-Qur’an sebagai perwujudan akhlak yang mulia.

                                                DAFTAR PUSTAKA

http://masbadar.com/2008/06/25/karakteristik-akhlaqul-karimah/


 

MENIKYUHU Template by Ipietoon Cute Blog Design